Outpatient

DOKTER UMUM
Dokter Penerbangan
Dokter Medical Check Up

DOKTER SPESIALIS

  • SPESIALIS MATA
    dr. Soemardoko, Sp.M.
    dr. Sigit Sugasrianto, Sp.M.
  • SPESIALIS BEDAH
    dr. Josef Soenarta, Sp.B.
  • SPESIALIS PARU
    dr. Yulismar, Sp.P
  • SPESIALIS KULIT
    dr. Fisalma Mansjoer, Sp.KK.
  • SPESIALIS THT
    dr. Habban, Sp.THT
  • SPESIALIS INTERNIST
    dr. Fatimah Eliana, Sp.PD, KEMD
    dr. Rochsismandoko, Sp.PD, KEMD, FINASIM

DOKTER UMUM 24 JAM

HEMODIALISA

MEDICAL CHECK UP

FARMASI

SLIM & BEAUTY CARE CLINIC

Travel Clinic



TRAVEL CLINIC
Lebih dikenal dengan sebutan Medical Evacuation merupakan jasa layanan yang disediakan untuk masyarakat yang mempunyai masalah dalam kesehatan dan memerlukan pelayanan serta perijinan kelayakan terbang dengan angkutan udara


AMBULANS

Klinik Garuda Sentra Medika melayani masyarakat dengan menyediakan layanan Emergency dan Travel Clinic serta dilengkapi kendaraan Ambulan 24/7 Hours

Klinik Garuda Sentra Medika memiliki dokter umum yang didampingi oleh perawat yang kompeten dan berpengalaman dibidangnya yang akan memberikan pelayanan secara profesional.

Jenis Pelayanan Ambulan Klinik Garuda Sentra Medika :

  • Evakuasi pasien untuk kasus gawat darurat
  • Evakuasi pasien ke bandara
  • Evakuasi pasien dari Klinik Garuda Sentra Medika ke rumah sakit rujukan
  • Dukungan kesehatan untuk acara tertentu

Medical Support

Radiologi adalah suatu ilmu tentang penggunaan sumber sinar pengion dan bukan pengion, gelombang suara dan magnet untuk imaging diagnostik dan terapi.

Radiologi terbagi atas:
Radiologi Imaging dan Radiologi Intervensi.

  • Radiologi Imaging
    Adalah teknologi pencitraan (seperti Konvensional sinar-X, USG, Computed Tomography Scan, Magnetic Resonance Imaging (MRI), Kedokteran Nuklir, dan Tomography Emision Positron (PET), sebagai diagnosa penyakit.
  • Radiologi Intervensi
    Adalah jenis intervensional non bedah yang dikenal dengan sebutan Cath Lab, dan Digital Substraksi Angiography (DSA), sehingga lebih aman serta waktu penyembuhan yang lebih cepat, yang termasuk didalamnya antara lain: Angiografi ( mengintervensi pembuluh darah termasuk jantung), Embolisasi (menghentikan pendarahan), pemasangan stent, Needle Biopsy, Intravaskuler Ultrasound, Ekstraksi Benda Asing, Trombolisis.


Konvensional Radiografi Non Kontras
Merupakan modalitas pemeriksaan radiologi yang menggunakan sinar-X tanpa kontras media. Kelebihan Konvensional Radiografi Non Kontras yaitu radiasi sinar-X yang ditimbulkan lebih kecil dan pemeriksaan yang dilakukan cepat.


Mammografi
Merupakan suatu pemeriksaan X-Ray khusus untuk menilai jaringan payudara. Mammografi juga dikenal sebagai pemeriksaan standard untuk mendeteksi kanker payudara secara dini.

Dengan peralatan modern, jumlah radiasi yang dihantarkan ke payudara pasien cukup rendah karena penekanan hanya dilakukan beberapa detik untuk setiap posisi. Penekanan yang dilakukan selama pemeriksaan Mammografi juga akan berdampak membantu mengurangi paparan radiasi terhadap pasien tersebut. Sejauh ini, tekanan yang dilakukan pada payudara selama pemeriksaan Mammografi tidak terbukti merusak jaringan payudara atau menyebabkan penyebaran kanker payudara.


Panoramic
Merupakan pemeriksaan foto rontgen konvensional untuk melihat susunan dan anatomi gigi secara keseluruhan
Mobile X-Ray


Merupakan alat konvensional sinar-x yang dipergunakan untuk foto rontgen di tempat / ruangan apabila pasien tidak memungkinan untuk dimobilisasi.

Fluoroscopy
Merupakan modaliti pemeriksaan radiologi yang menggunakan sinar-x yang ditampilkan langsung pada layar monitor. Kelebihan pemeriksaan Fluoroscopy yaitu pasien atau keluarga pasien dapat melihat pemeriksaan pada layar monitor secara langsung.

USG (Ultra Sonografi)
Merupakan pemeriksaan radiologi dengan menggunakan modaliti gelombang suara yang dipancarkan melalui media tranduser apabila melewati objek searah yang dipantulkan tersebut ditangkap kembali yang kemudian diolah menjadi gambar yang ditampilkan melalui monitor dan cetak film.

Kelebihan USG:
Tidak ada radiasi sinar-X
Dapat memeriksa pembuluh darah
Sebagai modaliti awal untuk kasus emergency khususnya akut abdomen.

Pharmacy

Farmasi Klinik Garuda Sentra Medika merupakan unit penunjang yang melayani penyediaan obat bagi pasien rawat jalan dan juga Klinik 24 Jam. Farmasi Klinik Garuda Sentra Medika menyediakan obat – obatan dengan jaminan mutu secara lengkap serta menyediakan layanan 24 jam dan juga layanan antar dengan ketentuan yang berlaku untuk memberikan layanan terbaik kepada pasien.

Medical Check Up

Pemeliharaan kesehatan merupakan salah kebutuhan di zaman yang semakin maju dan modern saat ini. Melakukan Medical check Up secara rutin adalah cara yang paling sederhana untuk dapat memelihara dan memantau keadaan kesehatan kita.

Lakukan Medical Check Up satu tahun sekali khususnya bagi para pria dan wanita yang sudah berusia diatas 35 tahun. Klinik Garuda Sentra Medika menyediakan paket-paket Medical Check Up yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

PAKET STANDARD
1. Laporan Pemeriksaan Kesehatan

  • Anamnesa & Pemeriksaan Fisik
  • Tes Buta Warna (dengan Ishihara) & Virus Mata

2. Pemeriksaan Laboratorium
2.1 Analisa Darah & Urine Lengkap

  • Darah Lengkap
  • Urine Lengkap

2.2 Lemak Darah

  • Kolesterol Total
  • Trigliseride

2.3 Fungsi Endoktrin

  • Gula Darah Puasa

2.4 Fungsi Ginjal

  • Ureum
  • Kreatinin

2.5 Fungsi Hati

  • SGOT
  • SGPT

2.6 Faeces Lengkap

3. EKG

4. Foto Thorax

PAKET PREMIUM
1. Laporan Pemeriksaan Kesehatan

  • Anamnesa & Pemeriksaan Fisik
  • Tes Buta Warna & Virus Mata
  • Refraksi (dengan Refraktor)
  • Pemeriksaan oleh Dokter Gigi

2. Laporan Pemeriksaan Laboratorium
2.1 Analisa Darah & Urine Lengkap

  • Golongan Darah
  • Darah Lengkap
  • Urine Lengkap

2.2 Fungsi Endokrin

  • Gula Darah Sewaktu / Puasa
  • Gula Darah 2 Jam PP

2.3 Lemak Darah

  • Kolesterol Total
  • HDL
  • LDL
  • Tringliseride

2.4 Fungsi Ginjal

  • Ureum
  • Kreatinin
  • Asam Urat

2.5 Fungsi Hati

  • SGOT
  • SGPT
  • Gamma GT
  • HBsAg

3. Foto Thorax

4. Spirometri

5. EKG (Elektro Kardiografi)

PAKET EXECUTIVE
1. Laporan Pemeriksaan Kesehatan

  • Anamnesa & Pemeriksaan Fisik
  • Tes Buta Warna & Virus Mata
  • Refraksi (dengan Refraktor)
  • Pemeriksaan oleh Dokter Gigi

2. Laporan Pemeriksaan Laboratorium
2.1 Analisa Darah & Urine Lengkap

  • Golongan Darah
  • Darah Lengkap
  • Urine Lengkap

2.2 Fungsi Endokrin

  • Gula Darah Sewaktu / Puasa
  • Gula Darah 2 Jam PP

2.3 Lemak Darah

  • Kolesterol Total
  • HDL
  • LDL
  • Trigliseride

2.4 Serologi

  • VDRL

2.5 Fungsi ginjal

  • Ureum
  • Kreatinin
  • Asam Urat

2.6 Fungsi Hati

  • Bilirubin Total
  • Protein Total
  • SGOT & SGPT
  • Gamma GT

2.7 Imunoserologi

  • Anti HBs
  • HBsAg

2.8 Penanda Tumor

  • Papsmear (Wanita)
  • PSA (Pria)

3. Foto Torax

4. Panoramix

5. USG Abdoment

6. Spirometri

7. EKG (Elektro Kardiografi)

8. Treadmill

EMPLOYEE RECRUITMENT
1. Laporan Pemeriksaan Kesehatan

  • Anamnesa & Pemeriksaan Fisik
  • Tes Buta Warna (dengan Ishihara)

2. Laporan Pemeriksaan Laboratorium
2.1 Analisa Darah & Urine Lengkap

  • Darah Lengkap
  • Urine Lengkap

2.2 Fungsi Endokrin

  • Gula Darah Sewaktu / Puasa
  • Gula Darah 2 Jam PP

2.3 Faeces Lengkap

2.4 Lemak Darah

  • Kolesterol Total
  • Trigliseride

2.5 Serologi

  • VDRL

2.6 Fungsi Ginjal

  • Ureum
  • Kreatinin
  • Asam Urat

2.7 Fungsi Hati

  • SGOT
  • SGPT
  • HBsAg

3. Foto Torax

Kerjasama Perusahaan & Asuransi

Klinik Garuda Sentra Medika telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan sebagai Klinik Provider mereka untuk pelayanan sbb :

  • Rawat Jalan
  • Flight Surgeon
  • Medical Check Up
  • Aviation Medical Kit
  • TPA Managed Care

Perusahaan – perusahaan tersebut diantaranya adalah :

  1. ABACUS DISTRIBUTION SYSTEMS INDONESIA, PT
  2. AERO GLOBAL INDONESIA, PT
  3. AERO HOTEL MANAGEMENT, PT
  4. AERO SYSTEMS INDONESIA, PT (ASYST)
  5. AERO TRANS INDONESIA, PT
  6. AEROWISATA, PT
  7. AIR ASIA, PT
  8. ANGKASA PURA I, PT
  9. ASKRINDO, PT
  10. CITILINK, PT
  11. GARUDA INDONESIA (PERSERO), TBK PT
  12. GARUDA MAINTENANCE FACILITY AEROASIA, PT (GMF AEROASIA)
  13. GAPURA ANGKASA, PT
  14. INDONESIA AIR ASIA EXTRA, PT
  15. KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN
  16. KEMENTERIAN PERHUBUNGAN REPUBLIK INDONESIA
  17. LION AIR, PT
  18. MITRA BUANA KOMPUTINDO, PT
  19. MULTIKON, PT
  20. SRIWIJAYA AIR, PT
  21. YAYASAN KESEHATAN GARUDA (YANKESGA)

 

Klinik Garuda Sentra Medika telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan asuransi sebagai Klinik Provider mereka untuk pelayanan Rawat Jalan. Perusahaan asuransi tersebut adalah :

  1. A J CAR (HEALTHY CARE)
  2. A J CAR PREVENSIA
  3. ABADI SMILYNKS
  4. ACE JAYA PROTEKSI
  5. ADMEDIKA
  6. APLIKANUSA LINTASARTA
  7. ASURANSI  UMUM MEGA
  8. ASURANSI ADIRA DINAMIKA
  9. ASURANSI BINTANG
  10. ASURANSI CYNERGY CARE INDONESIA
  11. ASURANSI FWD LIFE INDONESIA
  12. ASURANSI EQUITY LIFE INDONESIA
  13. ASURANSI JIWA ADISARANA WANAARTHA
  14. ASURANSI JIWA BRINGIN LIFE
  15. ASURANSI JIWA GENERALI INDONESIA
  16. ASURANSI JIWA INHEALTH INDONESIA
  17. ASURANSI JIWA MANULIFE INDONESIA
  18. ASURANSI JIWA RECAPITAL (RELIFE)
  19. ASURANSI JIWA TUGU MANDIRI
  20. ASURANSI MITRA MAPARYA
  21. ASURANSI RAMAYANA
  22. ASURANSI SINAR MAS
  23. ASURANSI TAKAFUL KELUARGA
  24. AXA FINANCIAL INDONESIA
  25. BNI LIFE INSURANCE
  26. BPJS KESEHATAN
  27. CITRA INTERNATIONAL UNDERWRITERS
  28. GREAT EASTERN LIFE INDONESIA
  29. INHEALTH INDEMNITY
  30. JASINDO
  31. NTT DATA
  32. PAN PACIFIC INSURANCE
  33. PELINDO
  34. PERTAMINA
  35. PLATINUM HEALTHCARE
  36. SARANA SOLUSI AMANAH
  37. SEVEN AS
  38. SYRESNET
  39. TIRTA MEDICAL CENTRE
  40. TRITUNGGAL MANDIRI SOLUSINDO
  41. YANKESGA

Kerjasama Perusahaan Asuransi

Klinik Garuda Sentra Medika telah bekerjasama dengan berbagai perusahaan asuransi sebagai Klinik Provider mereka untuk pelayanan Rawat Jalan. Perusahaan asuransi tersebut adalah :

  1. A J CAR (HEALTHY CARE)
  2. A J CAR PREVENSIA
  3. ABADI SMILYNKS
  4. ACE JAYA PROTEKSI
  5. ADMEDIKA
  6. APLIKANUSA LINTASARTA
  7. ASURANSI  UMUM MEGA
  8. ASURANSI ADIRA DINAMIKA
  9. ASURANSI BINTANG
  10. ASURANSI CYNERGY CARE INDONESIA
  11. ASURANSI FWD LIFE INDONESIA
  12. ASURANSI EQUITY LIFE INDONESIA
  13. ASURANSI JIWA ADISARANA WANAARTHA
  14. ASURANSI JIWA BRINGIN LIFE
  15. ASURANSI JIWA GENERALI INDONESIA
  16. ASURANSI JIWA INHEALTH INDONESIA
  17. ASURANSI JIWA MANULIFE INDONESIA
  18. ASURANSI JIWA RECAPITAL (RELIFE)
  19. ASURANSI JIWA TUGU MANDIRI
  20. ASURANSI MITRA MAPARYA
  21. ASURANSI RAMAYANA
  22. ASURANSI SINAR MAS
  23. ASURANSI TAKAFUL KELUARGA
  24. AXA FINANCIAL INDONESIA
  25. BNI LIFE INSURANCE
  26. BPJS KESEHATAN
  27. CITRA INTERNATIONAL UNDERWRITERS
  28. GREAT EASTERN LIFE INDONESIA
  29. INHEALTH INDEMNITY
  30. JASINDO
  31. NTT DATA
  32. PAN PACIFIC INSURANCE
  33. PELINDO
  34. PERTAMINA
  35. PLATINUM HEALTHCARE
  36. SARANA SOLUSI AMANAH
  37. SEVEN AS
  38. SYRESNET
  39. TIRTA MEDICAL CENTRE
  40. TRITUNGGAL MANDIRI SOLUSINDO
  41. YANKESGA

USG Dari Masa Ke Masa

Garuda Sentra Medika – Seiring berkembang zaman, alat deteksi medis semakin diperkaya dengan teknologi terkini. Misalnya saja Ultrasonografi (USG) yang semakin berkembang, mulai dari generasi pertama hingga sekarang sudah menginjak generasi keempat, sudah memiliki kemampuan mendeteksi organ di dalam tubuh lebih jeli dan akurat.

Ultrasonografi (USG) merupakan pemeriksaan dengan menggunakan gelombang suara ultra (di atas kemampuan penerimaan oleh alat pendengaran kita) yang dipancarkan ke bagian organ badan tertentu kita. Oleh organ badan kita, suara pancaran oleh alat USG dipantulkan kembali ke alat penerimaan USG dan diolah oleh prosesor komputer sehingga menjadi suatu gambar.

Pemeriksaan USG akan memberikan gambarannya yang semangkin bagus apabila ada media cairan di sekitar organ yang diperiksa. Sebaliknya, bila organ tersebut dikelilingi oleh udara atau gas badan, maka peranan USG tidak bermanfaat sama sekali. Dengan alasan tersebut, USG berkembang pesat untuk janin di dalam kandungan yang dikelilingi oleh air ketuban.

Dapat dikatakan bahwa dasar pemeriksaan USG melihat perbedaan kontras jaringan yang dituju. Contohnya, janin memberikan pantulan suara berbeda dengan pantulan suara air ketuban. Semangkin jelas perbedaan kontras tersebut, akan menghasilkan pencitraan USG yang semakin baik.

Dimensi USG
Pada mulanya USG berkemampuan “melihat” suatu organ dalam dua sisi atau potongan, yaitu potongan memanjang dan melintang, serta gambaran yang dihasilkan berupa hitam putih. USG 2 dimensi yang sering dipakai kebanyakan dokter sebenarnya cukup untuk pemenuhan pemeriksaan dasar. Memang dengan jenis pemeriksaan ini, gambar yang dihasilkan sering disebut “abstrak” oleh pasien. Walaupun bagi pihak pemeriksaan, gambarnya cukup jelas dan memberikan pemahaman yang memadai.

Seiring berkembangnya prosesor komputer pada tahun 1995, kemampuan untuk mendapatkan pemeriksaan USG dalam tiga potongan mulai bisa dihasilkan. Sejak tahun 2000, saat prosesor Pentium mulai diperkenalkan, gambaran tiga potongan (3 dimensi)lebih mudah dihasilkan.

Dampak dari perkembangan USG 3 dimensi saat ini tentunya sangat bermanfaat bagi praktik klinisi maupun pasien yang diperiksa. Sebagai dokter kandungan, seandainya ada masalah yang terjadi pada janin yang dikandung sang ibu, dokter dapat menghasilkan gambaran seperti aslinya, seingga dari pihak pasien bisa melihat gambar tersebut tanpa perlu melakukan imajinasi.
Zaman semangkin berkembang. Bertambahnya kemampuan prosesor yang semangkin cepat membuat gambaran tiga potongan dimana sebelum keadaan tidak bergerak, mulai bisa dihasilkan dengan gambaran bergerak. Semakin baik prosesor komputer, maka kecepatan bergeraknya gambar akan semakin halus menyerupai gambar video. Dari kemampuan prosesor tersebut lahirlah istilah 4 dimensi, dimana dimensi keempat berupa tempo (waktu).

Dengan USG 4 dimensi , gambaran gerakan janin yang normal atau tidak bisa jelas dibedakan. Misalnya, tangan yang tidak bisa membuka atau gerakan tangan atau kaki yang terbatas, sehingga adanya kelainan pada janin bisa segera terdeteksi.

Selain penampilan gambar yang dihasilkan USG, proses perubahan fungsi dari suatu organ bisa dicermati. Contohnya, untuk melihat pertumbuhan janin di dalam kandungan. Di sini kita mengukur semua parameter biometric janin seperti ukuran kepala, perut, panjang tulang paha dan lengan atas. Selain parameter tersebut, sistem aliran darah dari ari-ari ke janin juga bisa dipelajari. Demikian juga aliran dari pihak ibu yang mengalirkan darah ke rahim juga bisa dipelajari kondisinya.

Dengan pengamatan aliran darah ke rahim kita bisa memperkirakan apakah sang ibu mempunyai risiko penigkatan tekanan darah atau tidak dengan umur kehamilan yang semangkin bertambah. Aliran darah dari ari-ari ke janin juga membantu kita menilai kondisi janin, apakah mendapat asupan darah yang memadai.

Perkembangan USG masih akan berlangsung terus seiring perkembangan prosesor komputer. Banyak piranti lunak yang terdapat pada alat USG saat ini yang memberikan nilai tambah, seperti melihat jumlah telur (oocyte) di dalam indung telur (ovarium), memperjelas struktur tulang ataupun bagian organ tertentu janin. Piranti lunak yang tersedia memungkinkan kita untuk menganalisis kondisi janin atau organ yang diamati. Pemeriksaan USG hampir mencakup struktur organ manusia, kecuali yang berisi udara atau gas yang tidak ataupun sulit dipelajari.

Source :
Dr.azen Salim, Sp. OG-KF
Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan-Konsultan Fetomateral

Tangani Gagal Ginjal Dengan Hemodialisis

Garuda Sentra Medika – Ginjal kita memiliki fungsi menyaring atau membersihkan darah dari limbah-limbah metabolisme kemudian dibuang melalui urine.

Selain itu, ginjal juga berfungsi menyeimbangkan unsur mineral penting seperti natrium dan kalium serta memproduksi hormon untuk mengatur tekanan darah, hormon untuk mematangkan sel darah merah, dan hormon yang berperan dalam regulasi Vitamin D.

Ginjal dapat mengalami penurunan fungsi dan menjadi rusak oleh berbagai sebab sehingga menyebabkan gagal ginjal. Pasien yang dalam kondisi demikian memerlukan terapi pengganti ginjal, salah satunya dengan hemodialisis.

Gagal ginjal dibedakan menjadi dua jenis :

1. Gagal ginjal akut yang terjadi secara tiba-tiba, biasanya berlangsung singkat dan diharapkan dapat pulih kembali.

2. Gagal ginjal kronik yang terjadi secara perlahan-lahan dan bertahap kemudian menjadi lebih berat dan pada akhirnya terjadi kematian sel-sel ginjal secara menetap. Kondisi ini memerlukan terapi pengganti ginjal, seperti hemodialisis rutin/kronis seumur hidup.

Gejala Gagal Ginjal
Gejala Gagal Ginjal yang dirasakan pasien bervariasi, mulai dari keluhan ringan sampai berat. Keluhan dapat berupa rasa lemah, mudah lelah, pucat, mual, muntah, hingga keluhan sesak napas hebat hingga penurunan kesadaran.

Gejala-gejala yang tidak khas tersebut seringkali baru dirasakan ketika pasien sudah berada pada tahap akhir gagal ginjal (stadium 5).

Pada beberapa kasus pasien bahkan tidak merasakan gejala apapun, penyakit ginjal dalam kasus ini ditemukan tidak sengaja saat dilakukan pemeriksaan laboratorium.

Pemeriksaan laboratorium yang diperlukan untuk mendeteksi penurunan fungsi ginjal adalah ureum dan kreatinin dari darah, serta urinalisis.

Pemeriksaan ini perlu dilakukan karena dengan satu ataupun sekumpulan gejala saja belum dapat menentukan seorang pasien mengalami gagal ginjal.

Pasien yang terdiagnosis gagal ginjal, memerlukan terapi pengganti ginjal di mana hemodialisis merupakan pilihan yang paling sering diambil oleh pasien di Indonesia.

Pilihan lainya adalah cuci darah melalui perut alias Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) atau cangkok ginjal.

Hemodialisis atau sering disebut dengan singkatan HD merupakan terapi pengganti ginjal yang dapat dilakukan di pusat kesehatan yang memiliki fasilitas ini.

Hemodialisis seringkali dipilih dibanding kedua pilihan terapi pengganti ginjal yang lain, karena cukup mudah, dapat segerah dilakukan setelah akses vaskular terpasang. Hasilnya juga dapat segerah dirasakan.

Pada proses hemodialisis ini terjadi prosedur pembersian darah dan akumulasi sampah buangan dan kelebihan air dengan cara mengeluarkan zat sisa metabolisme, seperti ureum dan zat beracun lainnya dalam darah. Singkatannya, hemodialisis merupakan prosedur yang menggantikan fungsi ginjal sebagai alat ekskresi.

Cara Kerja Hemodialisis
Hemodialisis merupakan prosedur menarik darah dari dalam tubuh pasien ke dalam filter yang disebut dialyzer yang berfungsi sebagai artificial kidney, dimana terjadi proses pengambilan zat-zat berbahaya dan kelebihan air, lalu mengembalikan darah bersih ketubuh pasien secara berulang-ulang dalam satu siklus.

Dialyzer merupakan sebuah alat yang berkerja dengan konsep filter, yang terdiri dari ribuan serat halus di mana terjadi proses pertukaran zat-zat berbahaya, cairan, dan elektrolit berlebih yang dapat melalui membran yang selektif permeabel.

Terdapat dua kompartemen dalam dialyzer yang dipisahkan oleh membran tersebut, yaitu kompartemen darah dan kompartemen dialisat dan selanjutnya akan dibuang.

Sebaliknya, apabila di darah pasien terdapat kekurangan elektrolit tertentu, elektrolit tersebut dari kompartemen dialisat akan masuk ke kompartemen darah, sehingga kadar elektrolit di tubuh pasien menjadi normal kembali.

Dalam menjalankan prosesnya, diayzer didukung oleh cairan dialisat dan bicarbonate. Bersama dengan cairan bikarbonate, cairan dialisat dicampur didalam mesin dengan bantuan air murni olahan yang menggunakan teknologi reverse osmosis.

Campuran cairan ini kemudian beriringan dengan darah menuju ke dialyzer sebagai tempat proses pertukaran racun-racun sisa metabolisme dan elektrolit dilakukan. Racun tersebut kemudian dibawa keluar bersama cairan dialisat untuk dibuang lewat saluran pembuangan.

Untuk membungkus darah pasien ke mesin hemodialisis, diperlukan akses vaskuler. Akses vaskular ada yang temporer (sementara) seperti kateter double lumen hemodialisis atau ada yang permanen.

Akses vaskuler yang baik dan ideal adalah fistula arteriovena, yaitu suatu akses yang permanen yang dibuat dengan menciptakan anastomosis atau hubungan antara arteri dan vena (biasanya di lengan bawah) yang biasa disebut dengan Cimino-Breschia filstula, atau dengan menghubungkan arteri dengan vena lewat pembulu darah tambahan (graft). Akses permanen ini dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama.

Waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk menjalani prosedur hemodialisis adalah 9-12 jam dalam seminggu. Prosedur tersebut biasanya dibagi menjadi dua atau tiga kali pertemuan dalam seminggu dengan masing-masing sesi berlangsung selama 3-5 jam.

Namun, lamanya durasi dan frekuensi dalam menjalani prosedur tiap minggunya tidak sama untuk setiap orang. Ini bergantung pada derajat kerusakan ginjal, diet sehari-hari, penyakit lain yang menyertai,ukuran tubuh, dan sebagainya.

Kondisi berbahaya pada pasien gagal ginjal yang menyebabkan pasien harus melakukan hemodialisis segera, antara lain :

  1. Gangguan otak seperti penurunan kesadaran dan kejang (ensefalopati uremikum)
  2. Peradangan kantong jantung (perikarditis)
  3. Peningkatan keasaman darah (asidosis) yang tidak memberikan respon terhadap pengobatan
  4. Gagal jantung atau overload
  5. Kadar kalium yang sangat tinggih dalam darah (hiperkalemia)
  6. Paru bengkak oleh cairan dan zat racun (udem paru)

Perlu tidaknya prosedur hemodialisis memang tergantung dari jenis dan tingkat gagal ginjalnya. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa akibat paling serius apabila hemodialisis tidak dilakukan pada pasien gagal ginjal adalah kematian. Untuk gagal ginjal akut, apabila diperlukan, hemodialisis adalah prosedur yang dapat sangat membantu pada pasien dengan kondisi yang berat.

Bila penyebab gagal ginjal akut tidak dapat diatasi dan hemodialisis tidak dilakukan, maka pasien dapat saja tidak bertahan. Akan tetapi, jika penyebab gagal ginjal akut seperti infeksi berat atau sepsis dapat segera diatasi, hemodialisis bisa jadi tidak diperlukan.

Bagi pasien gagal ginjal kronik yang sisia fungsi ginjalnya 15%, maka fungsi ginjal tentu tidak akan dapat menunjang keperluan tubuh., terutama untuk mengeliminasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun dan kelebihan air. Selain itu, bisa juga didapat ketidak seimbangan elektrolit dan asam basa yang berat pada tubuh pasien. Pasien seperti ini memerlukan hemodialisis kronis.

Perlu diingat bahwa hemodialisis hanya menggantikan tugas membersihkan darah dari sisa metabolisme dan air yang berlebihan (fungsi ekskresi). Sedangkan fungsi produksi hormon ginjal tetap tidak digantikan. Oleh sebab itu, pasien yang menjalani hemodialisis rutin/kronik tetap memerlukan suntik hormon eritropoetin (yang mematangkan sel darah merah) dan Vitamin D aktif, disamping konsumsi obat-obatan rutin.

Hemodialisis adalah modalitas yang baik yang dapat digunakan untuk pasien yang memerlukannya. Akan tetapi yang terbaik adalah mencegah dari pada mengobati. Sebaiknya kita hidup sehat, menikmati makanan sehat dan seimbang nutrisinya, olahraga teratur, minum cukup dan memeriksa kesehatan kita secara berkala.S

Source :
Dr. Lydia Dorothea Simatupang, Sp. PD-KGH,FINASIM
Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi

Penyakit Mata Generasi Digital

Garuda Sentra Medika – Di dunia digital ini, waktu yang dihabiskan seseorang menatap layar gadget atau televisi bertambah lama dari sebelumnya.

Paparan sinar biru dari layar gadget itu bukannya tanpa efek samping. Beberapa penelitian menunjukkan, paparan sinar biru akan menyebabkan gangguan tidur, kegemukan, dan tentunya masalah pada mata.

Para ahli menyebut masalah pada mata itu sebagai (ketegangan mata digital) digital eye strain. Hal ini karena sinar biru yang dikeluarkan layar gadget membuat mata kita cepat lelah.

Ketegangan mata digital digambarkan sebagai rasa tidak nyaman fisik setelah dua jam atau lebih berada di depan layar digital dan dikaitkan dengan jarak yang terlalu dekat dengan layar, termasuk komputer meja atau laptop, tablet, ponsel pintar, serta alat baca digital.

Gejala dari mata tegang antara lain adalah mata kering, iritasi, penglihatan buram, mata lelah, leher dan pundak nyeri, serta sakit kepala.
“Mata kita dibuat bukan untuk menatap layar digital sepanjang hari, melainkan tuntutan dari dunia modern membuat kita terpaksa berada di depan layar berjam-jam setiap hari,” kata dr Justin Bazan, penasihat medis The Vision Council.

Bazan menambahkan, banyak pasien meremehkan pengaruh dari penggunaan teknologi terhadap kesehatan mata dan merasa tidak perlu melakukan langkah untuk mengurangi stres mata.

Dalam sebuah survei di Amerika terungkap, 80 persen responden menggunakan dua atau lebih perangkat digital secara simultan. Misalnya saja, ketika bekerja di depan komputer, kita juga mengeceke-mail atau pesan di ponsel.

Anak-anak juga tidak luput dari penyakit mata tegang ini mengingat mereka juga menghabiskan banyak waktunya bermain gadget.

Mata tegang sebenarnya bisa dihindari. Saat ini, banyak produsengadget yang mengembangkan teknologi untuk melindungi mata dari sinar biru, cahaya yang menyilaukan, serta stresor lainnya.

Selain itu, kita juga perlu mengingat aturan 20-20-20. Ambil 20 detik jeda dari layar setiap 20 menit dan menatap sesuatu yang berjarak sekitar 20 kaki jauhnya.

Atur jarak minimal satu jengkal dari layar dan perbesar ukuran huruf di layar sehingga kita tidak perlu menatap terlalu dekat.

Source : http://health.kompas.com/